Menu

Lihat aplikasi
Latihan Hamstring: 5 Gerakan untuk Membesarkan Otot | Alasan RDL dan Leg Curl Perlu Digabungkan

Latihan Hamstring: 5 Gerakan untuk Membesarkan Otot | Alasan RDL dan Leg Curl Perlu Digabungkan

Jika ingin membesarkan hamstring, jangan hanya mengandalkan Romanian deadlift (RDL) atau leg curl. Pilih setidaknya satu latihan ekstensi pinggul dan satu latihan fleksi lutut agar kelompok otot dengan peran berbeda tetap terlatih.

Pilih latihan berdasarkan kemampuannya mempertahankan beban saat otot memanjang, menjaga gerakan target tetap stabil dari repetisi ke repetisi, serta memungkinkan beban atau repetisi terus bertambah selama beberapa bulan, bukan sekadar karena latihan itu populer.

Pilih 5 latihan berdasarkan gerak sendi, panjang otot, stabilitas, dan progresi

Sebagian besar otot hamstring melintasi sendi pinggul dan lutut serta berperan dalam ekstensi pinggul dan fleksi lutut. Namun, kepala pendek biceps femoris hanya melintasi sendi lutut, sehingga latihan hip hinge saja tidak memberinya pola beban yang sama seperti bagian hamstring lainnya. Inilah dasar untuk menggabungkan RDL dan leg curl. Pembahasan tentang bagian kaki yang kurang terlatih tersedia di latihan kaki yang hanya mengandalkan squat; bagian ini khusus membahas pemilihan latihan hamstring.

Gunakan empat pertanyaan berikut untuk menilai setiap latihan.

  • Gerak sendi: Apakah latihan tersebut melatih ekstensi pinggul atau fleksi lutut?
  • Panjang otot: Apakah otot target tetap menerima beban saat berada dalam posisi memanjang?
  • Stabilitas: Apakah hamstring menjadi faktor pembatas sebelum kekuatan genggaman, punggung bawah, atau keseimbangan?
  • Progresi: Bisakah beban atau repetisi ditingkatkan dengan range gerak dan teknik yang sama?

Sensasi regangan yang kuat saja belum cukup. Prinsip melatih otot dalam posisi memanjang didasarkan pada mekanisme pembebanan dalam posisi teregang. Namun, jika menambah kedalaman membuat posisi panggul rusak atau momentum bertambah, kondisi perbandingannya ikut berubah. Prioritaskan rentang yang memungkinkan ketegangan otot target direproduksi secara konsisten.

Diagram: Pilih 5 latihan berdasarkan gerak sendi,

RDL dan back extension 45 derajat melatih ekstensi pinggul dengan batasan berbeda

1. Romanian Deadlift

RDL adalah kandidat latihan utama karena memudahkan Anda membebani hamstring dalam posisi memanjang dengan mendorong pinggul ke belakang sambil mempertahankan sedikit tekukan lutut. Jaga bar tetap dekat dengan kaki, tulang kering hampir tegak, lalu condongkan tubuh ke depan dari panggul. Titik terbawah bukanlah lantai, melainkan posisi terdalam yang masih memungkinkan Anda mengontrol ketegangan hamstring tanpa mengubah bentuk punggung. RDL dapat menggunakan beban berat, tetapi efisiensi tiap set akan menurun jika kekuatan genggaman atau punggung bawah lebih dahulu menjadi faktor pembatas. Pembahasan teknik selengkapnya tersedia di cara memperbaiki RDL yang tidak terasa di hamstring.

2. Back Extension 45 Derajat

Letakkan paha bagian atas pada pad, lalu tekuk dan luruskan pinggul tanpa mengangkat tubuh dengan melengkungkan punggung. Dukungan eksternalnya lebih besar daripada RDL, sehingga Anda tidak perlu memegang barbell atau melakukan setup seluruh tubuh yang rumit. Karena itu, latihan ini cocok untuk menambah set hip hinge. Untuk menargetkan hamstring, pertahankan sudut lutut, dorong bokong ke belakang saat turun, lalu berhenti di atas ketika torso dan kaki membentuk garis lurus. Mengulang gerakan sampai pinggang mengalami hiperekstensi tidak akan menambah kerja ekstensi pinggul.

Daripada melakukan kedua latihan ini dengan volume besar sekaligus, tentukan latihan utama berdasarkan kelelahan punggung bawah dan kemudahan mengukur progres. Jika RDL dilakukan lebih berat pada awal minggu, gunakan back extension dengan repetisi menengah pada paruh akhir minggu agar fungsinya berbeda dan tumpang tindih tetap terkendali.

Gunakan 3 variasi leg curl sesuai panjang otot, stabilitas, dan kurva beban

3. Seated Leg Curl

Dalam posisi duduk dengan pinggul tertekuk, bagian hamstring yang melintasi pinggul memulai fleksi lutut dari posisi yang lebih panjang. Pad memudahkan panggul dan paha tetap terkunci sehingga Anda dapat berfokus pada gerakan menekuk lutut. Dalam sebuah penelitian yang membandingkan posisi duduk dan tengkurap, pria muda menjalani latihan unilateral selama 12 minggu. Kondisi duduk, yang menempatkan otot pada posisi lebih panjang, menghasilkan hipertrofi otot hamstring yang lebih besar. Namun, satu penelitian tidak cukup untuk memastikan bahwa perbedaan yang sama akan terjadi pada semua mesin dan populasi.

4. Lying Leg Curl

Posisi tengkurap memudahkan tubuh bagian atas tetap stabil dan memastikan fleksi lutut tetap dapat dilatih di gym yang tidak memiliki mesin seated leg curl yang sesuai. Atur pad sedikit di atas tendon Achilles, tekuk lutut hingga sesaat sebelum panggul terangkat dari bangku, lalu turunkan beban dengan terkendali. Posisi ototnya cenderung lebih pendek daripada seated leg curl, tetapi latihan ini tetap efektif jika Anda dapat mereproduksi repetisi dengan tepat dan terus meningkatkan jumlahnya. Panduan pemilihannya dibahas lebih lengkap dalam perbandingan seated dan lying leg curl.

5. Nordic Ham Curl

Ini adalah latihan berat tubuh yang dilakukan dengan mengunci pergelangan kaki dan menurunkan tubuh ke depan menggunakan lutut sebagai titik tumpu. Beban saat otot memanjang sangat tinggi, sehingga banyak orang belum mampu mengontrol fase turun hanya dengan berat tubuh. Jika itu terjadi, gunakan bantuan resistance band atau mendaratlah pada permukaan yang lebih tinggi untuk menurunkan tingkat kesulitan. Jangan sekadar mengejar fase turun lambat selama 3–6 detik; tingkatkan jumlah repetisi dalam rentang yang sama. Karena nyeri otot berat bukanlah tujuannya, mulai dengan volume kecil.

Untuk 2 sesi per minggu, bedakan fokus hip hinge dan leg curl

Anda tidak perlu memasukkan kelima latihan dalam satu minggu. Susunan dasarnya adalah satu latihan ekstensi pinggul dan satu latihan fleksi lutut. Tambahkan latihan ketiga hanya jika memang diperlukan.

HariLatihanFokusContoh
Tubuh Bawah ARDLEkstensi pinggul dengan tenaga tinggi6–10 repetisi, 2–4 set
Tubuh Bawah ALying Leg CurlFleksi lutut pada panjang otot yang lebih pendek10–15 repetisi, 2–3 set
Tubuh Bawah BSeated Leg CurlFleksi lutut dari posisi otot yang panjang8–15 repetisi, 3–4 set
Tubuh Bawah BBack ExtensionEkstensi pinggul dengan dukungan10–20 repetisi, 2–3 set

Rentang repetisi tersebut hanyalah panduan. Utamakan RIR (jumlah repetisi yang masih bisa dilakukan sebelum mencapai batas) 1–3 pada setiap set kerja. Gunakan lebih banyak rep dalam cadangan saat memperkenalkan latihan kepada pemula atau melakukan Nordic ham curl. Set mingguan bukan angka baku. Sesuaikan dengan beban yang sudah diterima hamstring dari squat, deadlift, dan latihan glute. Lihat panduan hard set mingguan untuk prinsip umum tentang volume, lalu mulai dari jumlah yang masih memungkinkan pemulihan.

Jika keduanya dilakukan pada hari yang sama, RDL biasanya ditempatkan lebih dahulu karena menuntut teknik dan tenaga lebih besar. Namun, Anda boleh mendahulukan seated leg curl selama periode yang memprioritaskan fleksi lutut. Setelah mengubah urutan latihan, jangan memaksakan beban lama. Tetapkan tolok ukur baru berdasarkan urutan tersebut.

Diagram: Untuk 2 sesi per minggu, bedakan fokus hip

Pertahankan latihan berdasarkan repetisi dan pemulihan, bukan sekadar sensasi

Setelah memilih latihan, pertahankan jenis latihan, urutan, dan range gerak selama 4–8 minggu. Untuk RDL, samakan beban, repetisi, RIR, titik terbawah, dan sudut lutut. Untuk leg curl, gunakan mesin, posisi kursi, dan posisi pad yang sama. Bertambahnya repetisi tidak dianggap sebagai progres pada stimulus yang sama jika lutut menekuk lebih dalam saat RDL atau panggul terangkat saat leg curl. Progressive overload baru dapat dibandingkan jika kondisi teknik tetap sama.

Gunakan tiga indikator: apakah otot target menjadi faktor pembatas set, apakah tenaga sudah pulih sebelum sesi berikutnya, dan apakah repetisi meningkat dalam kondisi yang sama. Sesuaikan jumlah set atau pembagian latihan jika nyeri otot berat terus berlanjut, latihan tubuh bawah lain mengalami plateau akibat kelelahan punggung bawah, atau progres fleksi lutut tidak bergerak dalam waktu lama.

RDL dan leg curl bukan latihan yang saling bersaing. Keduanya mengisi kekurangan satu sama lain. Jika menggabungkannya membuat volume terlalu tinggi untuk dipulihkan, kurangi set setiap latihan alih-alih menghapus salah satunya. Pertahankan ekstensi pinggul dan fleksi lutut dalam minggu yang sama, lalu sederhanakan program menjadi susunan minimum yang masih bisa berkembang.

Diagram: Poin penting

Tanya jawab

Bolehkah RDL dan leg curl dilakukan pada hari yang sama?
Boleh. Biasanya RDL ditempatkan lebih dahulu karena menuntut teknik dan tenaga seluruh tubuh, lalu leg curl dilakukan pada paruh akhir sesi. Jangan menambah total set secara berlebihan, dan pantau kelelahan punggung bawah serta pemulihan sebelum sesi berikutnya. Urutannya juga dapat dibalik selama periode yang memprioritaskan fleksi lutut.
Apakah deadlift saja cukup untuk melatih hamstring?
Deadlift konvensional dan RDL dapat melatih ekstensi pinggul dengan kuat, tetapi beban fleksi lututnya tidak sama dengan leg curl. Jika ingin melengkapi fleksi lutut, termasuk untuk kepala pendek biceps femoris, pertahankan setidaknya sedikit latihan leg curl agar semua peran hamstring tercakup.
Berapa repetisi leg curl yang ideal untuk hipertrofi otot?
Mulailah dari rentang 8–20 repetisi dan pilih beban yang memungkinkan Anda mendekati batas sambil mempertahankan posisi panggul dan pad. Sesuaikan beban jika rasa sakit atau kehabisan napas muncul lebih dahulu karena repetisi terlalu tinggi, atau jika beban yang terlalu berat mempersempit range gerak.

Poin penting

  • Masukkan masing-masing satu latihan ekstensi pinggul dan fleksi lutut setiap minggu
  • RDL melatih hip hinge saat otot memanjang, sedangkan leg curl melatih fleksi lutut
  • Jangan melakukan kelima latihan sekaligus; gabungkan hanya latihan dengan peran berbeda
  • Samakan range gerak dan kondisi setup untuk menilai progres beban serta repetisi

Referensi

  1. Greater Hamstrings Muscle Hypertrophy but Similar Damage Protection After Training at Long versus Short Muscle Lengths
  2. Dose-response Relationship Between Weekly Resistance Training Volume and Muscle Mass

Otot itu dapat berapa set minggu ini?

Angka set mingguan baru berarti setelah diterapkan pada catatanmu sendiri. BTB Workout Log menghitung hard set mingguan per otot secara otomatis — kamu cukup mencatat beban dan repetisi.

Gunakan BTB Workout Log gratis